Rabu, 26 Juni 2019

Tugas Rutin Peran Sistem Pengaturan GCG


PERAN SISTEM PENGATURAN

GOOD CORPORATE GOVERNANCE

 

Nama                                      : Usi Anjani

NPM                                       : 17030004

Kelas/ Mata kuliah                : IV – A / Etika Bisnis

Dosen                                      : Hilmiatus Sahla, SE.I, ME.I

 

 

Tambahan materi kelompok 7

Penerapan Konsep Good Corporate Governance
di Indonesia
Penerapan Good Corporate Governance(GCG) yang sesuai dengan budaya Indonesia, sebagai berikut :
1.             Transparency
Pada penerapannya sebagaimana dengan budaya yang berlaku di Indonesia, yang mana dalam hal ini governance sendiri terdiri dari 3 pilar yang memiliki kepentingan, yaitu pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat. Untuk itu, dalam penerapannya, informasi-informasi yang berkaitan dengan pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat wajib untuk dipenuhi secara tepat waktu, memadai, jelas, akurat, dan mudah di akses. Hal ini dapat dilakukan dengan mudah dengan memanfaatkan teknologi informasi, sehingga tidak lagi dijadikan suatu alasan bagi ketiga pilar governance tersebut untuk tidak memiliki inisiatif dalam mengungkapkan berbagai informasi yang berkaitan dengan proses pengambilan keputusan atau kebijakan, baik oleh pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat yang sangat berpengaruh pada para pemangku kepentingan yang disebabkan oleh keputusan atau kebijakan tersebut.
2.              Accountability
Akuntabiltas sebagai bentuk pertanggung jawaban bagi organisasi kepada shareholders dan stakeholders agar pengelolaan organisasi dapat berjalan secara benar, terukur, dan sesuai dengan kepentingan organisasi tanpa mengesampingkan kepentingan shareholder dan stakeholders tersebut. Hal ini tidak terbatas pada itu saja, namun juga memastikan setiap pegawai organisasi memiliki kompetensi yang memadai sesuai dengan tugas, tanggung jawab serta perannya dalam organisasi dengan menerapkan sistem pengahargaan dan sanski secara objektif untuk menguji akuntabilitasnya.
3.             Responsibility
Dalam penerapannya di Indonesia, konsep ini belum mampu diterapkan secara optimal oleh setiap organisasi di Indonesia sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya kasus penutupan bidang usaha yang disebabkan tidak memiliki izin operasi, serta menyalahi aturan perundang-undangan lainnya. Disamping itu, kesadaran dalam menjaga lingkungan akibat dampak kegiatan produksi atau kegiatan usaha lainnya belum dapat dipahami secara sadar dan merata oleh setiap pelaku usaha, yang mana dalam hal ini mereka harus mampu bertanggung jawab untuk meminimalisir dampak laingkungan yang akan dirasakan secara langsung atau tidak langsung oleh masyarakat atau lingkungan sekitar di wilayah organisasi itu melakukan kegiatan usahanya.
4.             Independency
Dalam penerapannya di Indonesia, konsep kemandirian ini belum optimal karena dalam pengelolaan organisasi di Indonesia masih banyak dominasi dan dipengaruhi oleh bangsa asing di dalam organisasi-organisasi di Indonesia. Dalam konsep kemandirian yang baik untuk organisasi di Indonesia, proses pengambilan keputusan-keputusan seharusnya berdasarkan pada keputusan-keputusan yang tegas oleh bangsa Indonesia itu sendiri, namun tetap senantiasa objektif untuk mencapai kepentingan para shareholders dan stakeholders.
5.              Fairness
Dalam penerapannya di Indonesia, masih terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaanya. Konsep kesetaraan dan kewajaran ini harus didukung oleh kemampuan dari segi pengetahuan, dan infrastruktur setiap pihak yang baik dan menunjang untuk mengakses informasi atau mengambil kesempatan untuk berkontribusi dalam sebuah organisasi. Kondisi aktualnya di Indonesia, di beberapa wilayah belum memiliki fasilitas dan infrastruktur yang sama dalam mengakses informasi-informasi terbaru. Disamping itu, dalam hal penyerapan tenaga kerja masih terdapat kesenjangan antara kesempatan kerja dengan kompetensi yang dimiliki oleh masyarakat sehingga jumlah calon tenaga kerja yang ada di Indonesia belum dapat terserap secara menyeluruh. Sebagai solusi masalah ini, yaitu dengan menguatkan lagi fondasi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang mampu berdaya saing dan berkualitas untuk membuka lebih banyak lagi lapangan pekerjaan di bidang-bidang tertentu untuk meningkatkan kemampuan ekonomi Indonesia di masa yang akan datang.

Kesimpulan :
Berdasarkan pemaparan di atas mengenai penerapan konsep Good Corporate Governance (GCG) yang sesuai dengan budaya Indonesia, masih terdapat beberapa kendala yang perlu dijadikan perhatian bersama oleh para pilar governance, yaitu pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat. Penerapan konsep GCG yang sesuai dengan budaya Indonesia adalah dengan memperkuat 5 prinsip GCG (Transparency, Accountability, Responsibility, Independency, and Fairness) yang diimplementasikan secara berkesinambungan serta terus-menerus dan dilakukan evaluasi berkala oleh setiap pilar pelaksana GCG itu sendiri, yaitu pemerintah, pelaku usaha serta masyarakat.


Tugas Rutin Persfektif Etika Bisnis Dalam Islam


PERSFEKTIF ETIKA BISNIS DALAM ISLAM

 

Nama                                      : Usi Anjani

NPM                                       : 17030004

Kelas/ Mata kuliah                : IV – A / Etika Bisnis

Dosen                                      : Hilmiatus Sahla, SE.I, ME.I

 

 

Tambahan materi kelompok 6

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Etika Pada Bisnis
Berikut faktor-faktor yang mempengaruhi etika pada bisnis, yaitu :
1.             Leadership
Kepemimpinan yang beretika menggabungkan antara pengambilan keputusan yang beretika dan perilaku yang beretika. Tanggung jawab utama dari seorang pemimpin adalah membuat keputusan yang beretika dan berperilaku yang beretika pula.
2.             Strategi dan performasi
Fungsi yang penting dari sebuah manajemen adalah untuk kreatif dalam menghadapi tingginya tingkat persaingan yang membuat perusahaannya mencapai tujuan perusahaa terutama dari sisi keuangan tanpa harus menodai aktivitas bisnisnya berbagai kompromi etika. Sebuah perusahaan yang jelek akan memiliki kesulitan besar untuk menyelaraskan target yang ingin dicapai perusahaannya dengan standar-standar etika. Karena keseluruhan strategi perusahaan yang disebut excellence harus bisa melaksanakan seluruh kebijakan-kebijakan perusahaan guna mencapai tujuan perusahaan dengan cara yang jujur.
3.             Karakter individu
Perjalanan hidup suatu perusahaan tidak lain adalah karena peran banyak individu dalam menjalankan fungsi-fungsinya dalam perusahaan tersebut. Perilaku para individu ini tentu akan sangat mempengaruhi pada tindakan-tindakan mereka ditempat kerja atau dalam menjalankan aktivitas bisnisnya. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi karakter individu Faktor –faktor tersebut yangpertama adalah pengaruh budaya, pengaruh budaya ini adalah pengaruh nilai-nilai yang dianut dalam keluarganya. Faktor yang kedua, perilaku ini akan dipengaruhi oleh lingkunganya yang diciptakan di tempat kerjanya. Faktor yang ketiga adalah berhubungan dengan lingkungan luar tempat dia hidup berupa kondisi politik dan hukum, serta pengaruh–pengaruh perubahan ekonomi. Kesemua faktor ini juga akan terkait dengan status individu tersebut yang akan melekat pada diri individu tersebut yang terwujud dari tingkah lakunya.
4.             Budaya perusahaan

Budaya perusahaan adalah suatu kumpulan nilai-nilai, norma-norma, ritual dan pola tingkah laku yang menjadi karakteristik suatu perusahaan. Setiap budaya perusahaan akan memiliki dimensi etika yang didorong tidak hanya oleh kebijakan-kebijakan formal perusahaan, tapi juga karena kebiasaan-kebiasaan sehari-hari yang berkembang dalam organisasi perusahaan tersebut, sehingga kemudian dipercayai sebagai suatu perilaku, yang bisa ditandai mana perilaku yang pantas dan mana yang tidak pantas. Budaya-budaya perusahaan inilah yang membantu terbentuknya nilai dan moral ditempat kerja, juga moral yang dipakai untuk melayani para stakeholdernya. Aturan-aturan dalam perusahaan dapat dijadikan yang baik. Hal ini juga sangat terkait dengan visi dan misi perusahaan.



Tugas Rutin Tanggung Jawab Sosial Perusahaan


TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN

 

Nama                      : Usi Anjani

NPM                        : 17030004

Kelas/ Mata kuliah : IV – A/ Etika Bisnis

Dosen                      : Hilmiatusahla, SE.I, ME.I


 

 

Tambahan Materi Kelompok 5

 

“Kepentingan Stakeholders Terhadap Perusahaan “

Dalam menjalankan operasi bisnisnya, suatu perusahaan berinteraksi dengan berbagai pihak/pemangku kepentingan mulai dari pemegang saham, hingga kepada customer sampai karyawan bahkan dengan para suplier. Apa saja kepentingan stakeholders terhadap perusahaan anda?

1.      Pemegang Saham

Pemegang saham adalah pihak yang memiliki saham di perusahaan anda. Investasi dalam bentuk saham yang ditaruh di perusahaan anda jelas menyebabkan para pemegang saham memiliki kepentingan terhadap keberlangsungan perusahaan, pencapaian kinerja dan profitabilitas perusahaan, dan penerapan tata kelola perusahaan yang baik untuk bisa memastikan bahwa perusahaan anda dapat mencapai target yang telah ditetapkan oleh Perusahaan.

2.      Regulator

Regulator adalah pihak yang melakukan pengawasan terhadap industri yang perusahaan anda geluti. Sebagai contoh misalnya Otoritas Jasa Keuangan yang mengawasi berbagai lembaga keuangan. Sangat penting untuk membangun hubungan baik dengan regulator untuk menciptakan hubungan kemitraan untuk perkembangan industri dan tentu saja memastikan perusahaan anda menerapkan kepatuhan pada aspek peraturan dan ketentuan yang telah ditetapkan.

3.      Pemerintah

Pemerintah juga memiliki kepentingan terhadap perusahaan anda. Tidak hanya terbatas dalam bentuk dukungan dan partisipasi perusahaan anda dalam program pemerintah yang diharapkan juga adalah Perusahaan anda dapat memiliki dampak kepada masyarakat. Selain itu Pemerintah juga memiliki kepentingan terhadap kepatuhan Perusahaan anda pada aspek peraturan dan ketentuan yang telah ditetapkan.

4.      Masyarakat

Masyarakat memiliki keterkaitan terhadap perusahaan anda yang diantaranya meliputi Kebutuhan akan lapangan pekerjaan, Masyarakat juga tentu saja akan selalu mengharapkan partisipasi perusahaan dalam mendukung kesejahteraan dan pemberdayaan masyarakat.

5.      Pelanggan

Pelanggan adalah nyawa utama dari perusahaan. Dari pelangganlah, anda bisa meraih keuntungan. Kebutuhan utama dari pelanggan tentu saja berputar sekitar kepuasan dari kualitas pelayanan perusahaan, Pelanggan juga menginginkan transparansi dari perusahaan, apapun itu, apakah tentang produk, tentang tarif harga.  Pelanggan juga ternyata memiliki concern terhadap keberlangsungan perusahaan berikut dengan produk perusahaan.

6.      Lembaga Swadaya Masyarakat

Lembaga Swadaya adalah perpanjangan tangan dari masyarakat. Mereka menginginkan adanya transparansi dari perusahaan, keterbukaan serta akses informasi mengenai aspek kinerja perusahaan. Karenanya Perusahaan anda perlu membangun hubungan sebagai check and balance partner dengan Lembaga Swadaya Masyarakat

7.      Media Massa

Media massa sudah semakin berkembang pesat. Media massa selalu menjadi referensi utama masyarakat dalam mencari informasi. Karenanya pastikan Perusahaan anda membangun hubungan baik dengan media massa dimana perusahaan anda juga harus membangun transparansi, keterbukaan serta akses informasi mengenai aspek kinerja perusahaan serta hubungan sebagai check and balance partner

8.      Asosiasi Industri

Asosiasi Industri adalah kumpulan dari perusahaan-perusahaan yang berada dalam industri anda. Asosiasi Industri pun juga membutuhkan transparansi, keterbukaan serta akses informasi mengenai aspek kinerja perusahaan anda dan sangat penting untuk membangun hubungan kemitraan dengan Asosiasi Industri untuk perkembangan industri.

9.      Pesaing

Siapa bilang pesaing anda tidak punya kepentingan terhadap Perusahaan anda. Memang semua persaingan tidak akan selalu berjalan dengan baik dan sehat, tetapi pesaing yang baik, akan selalu memiliki kepedulian terhadap persaingan usaha yang sehat dan adil serta beretika bisnis dan penerapan tata kelola perusahaan yang baik.

10.  Mitra Kerja

Mitra kerja disini diartikan sebagai suplier atau mitra yang mendukung kinerja perusahaan anda baik melalui keahlian jasa ataupun barang-barang yang ditawarkan kepada Perusahaan anda. karenanya suplier akan selalu menekankan pada pentingnya Mekanisme pengadaan barang dan jasa yang baik dan transparansi penyeleksian pengadaan barang dan jasa  yang menerapkan tata kelola perusahaan yang baik.

11.  Karyawan

Karyawan dan juga keluarganya sering kali mendapatkan perhatian yang kurang dari Manajemen Perusahaan, padahal banyak perusahaan yang mengklaim bahwa karyawan adalah aset terbesar mereka. Perusahaan yang baik akan selalu menciptakan iklim kerja yang kondusif, dan kesempatan kerja yang sama serta transparansi terhadap kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan sumber daya manusia.

 



Tugas Rutin Jenis Pasar Dan Etika Dalam Pasar Kompetitif


JENIS – JENIS PASAR

DAN ETIKA DALAM PASAR KOMPETITIF

 

Nama                                      : Usi Anjani

NPM                                       : 17030004

Kelas/ Mata kuliah                : IV – A / Etika Bisnis

Dosen                                      : Hilmiatus Sahla, SE.I, ME.I

 

Tambahan materi kelompok 4

Kompetisi Pada Pasar Ekonomi Global
Kompetisi global merupakan bentuk persaingan yang mengglobal, yang melibatkan beberapa Negara. Dalam persaingan itu, maka dibutuhkan trik dan strategi serta teknologi untuk bisa bersaing dengan Negara-negara lainnya. Disamping itu kekuatan modal dan stabilitas nasional memberikan pengaruh yang tinggi dalam persaingan itu. Dalam persaingan ini tentunya Negara-negara maju sangat berpotensi dalam dan berpeluang sangat besar untuk selalu bisa eksis dalam persaingan itu. Hal ini disebabkan karena :
1.        Teknologi yang dimiliki jauh lebih baik dari Negara-negara berkembang.
2.        Kemampuan modal yang memadai dalam membiayai persaingan global sebagai wujud investasi mereka.
3.        Memiliki masyarakat yang berbudaya ilmiah atau IPTEK.
Alasan-alasan di atas cenderung akan melemahkan Negara-negara yang sedang berkembang dimana dari sisi teknologi, modal dan pengetahuan jauh lebih rendah. Bali sendiri kalau kita lihat masih berada diposisi yang sulit, dimana perekonomian Bali masih didominasi oleh orang-orang asing, misalnya hotel-hotel besar, dan juga perusahaan-perusahaan besar lainnya.
Kompetisi global juga menyebabkan menyempitnya lapangan pekerjaan, terutama masyarakat lokal, karena kebanyakan pekerjaan dilakukan oleh teknologi, dan Negara-negara maju menjadi pemasok kebutuhan-kebutuhan, sehingga kita cuma bisa menikmati hasil yang sudah disuguhkan secara cantik yang sebenarnya merupakan ancaman yang sangat besar bagi bangsa kita. Dilain sisi, lahan pertanian juga akan semakin menyempit.


Tugas Rutin Peran Sistem Pengaturan GCG


PERAN SISTEM PENGATURAN
GOOD CORPORATE GOVERNANCE

 

 

Nama                                      : Usi Anjani

NPM                                       : 17030004

Kelas/ Mata kuliah                : IV – A / Etika Bisnis

Dosen                                      : Hilmiatus Sahla, SE.I, ME.I

 

 

Tambahan materi kelompok 3

“Contoh Kasus Pelanggaran Etika Pemasaran”
Berikut contoh kasus pelanggaran etika pemasaran sebagai berikut :
1.    IKLAN KLINIK TONG FANG
Iklan Klinik Tong Fang, menawarkan pengobatan alternatif yang berasal dari Cina, namun materi iklan yang menayangkan testimoni pasien telah melanggar peraturan menteri kesehatan. Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dien Emmawati mengatakan, pihaknya sudah menyatakan pelarangan terhadap iklan tersebut.
“Beberapa waktu lalu, hasil rapat dari beberapa asosiasi klinik kesehatan, iklan (Klinik Tong Fang) itu sudah tidak boleh diiklankan,” ujar Dien saat dihubungi merdeka.com, Rabu (8/8). Pihaknya sudah dipanggil oleh Kementerian Kesehatan untuk melakukan pembinaan kepada Klinik Tong Fang. “Kemenkes sudah memanggil kami, kami sudah memanggil Sudin Kes Jakarta Utara karena dia yang mengeluarkan izinnya dan pihak klinik itu untuk dilakukan pembinaan,” kata Dien.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan mengakui pernah menegur Klinik Tong Fang atasi klannya di televisi yang memuat testimoni pasien. Hal ini karena pengakuan pasien dalam iklan melanggar Peraturan Menteri kesehatan Nomor 1787 Tahun 2012 mengenai Iklan dan Publikasi Pelayanan Kesehatan.
Melihat iklan Tong Fang yang masih terus tayang di televisi, Kemenkes segera memikirkan tindakan lanjutan agar iklan yang melanggar itu disetop. “Ini baru ya, umumnya mereka (Tong Fang) mengikuti (teguran). Kami sedang memikirkan langkah-langkah lebih lanjut,”  kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenkes, Murti Utami, saat dihubungi merdeka.com, beberapa waktu lalu.

2.        IKLAN “MIE SEDAP” MELECEHKAN PROFESI GURU
KPI Pusat menghimbau semua stasiun televisi untuk memperbaiki adegan dalam tayangan iklan “Mie Sedap” sebelum tayang kembali. Menurut KPI tayangan yang terdapat dalam iklan tersebut tidak memperhatikan norma dan nilai yang berlaku dalam lingkungan sekolah, memperolok tenaga pendidik (guru) dan merendahkan sekolah sebagai lembaga pendidikan. Teguran dan penjelasan tersebut tertuang dalam surat imbauan KPI Pusat yang ditandatangani Ketua KPI Pusat, Dadang Rahmat Hidayat, kepada semua stasiun televisi, Rabu, 28 Desember  2011. Adapun adegan pelanggaran yang dimaksud dalam iklan “Mie Sedap” yakni adegan seorang guru yang memegang sebuah produk mie dan di kepalanya bertengger seekor ayam. Dalam surat imbauan itu, KPI meminta kepada semua stasiun televisi untuk menjadikan Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) dan Standar Program Siaran (SPS) KPI tahun 2009 sebagai acuan utama dalam menayangkan sebuah program siaran. KPI akan terus melakukan pemantauan terhadap iklan tersebut. Bila ditemukan adanya pelanggaran, KPI akan memberikan sanksi administratif.



Tug Rutin Prinsip Dan Kote Etik Dalam Bisnis


PRINSIP DAN KODE ETIK

DALAM BISINIS

 

Nama                                      : Usi Anjani

NPM                                       : 17030004

Kelas/ Mata kuliah                : IV – A / Etika Bisnis

Dosen                                      : Hilmiatus Sahla, SE.I, ME.I

 

 

Tambahan materi kelompok 2

“Contoh Pelanggaran Etika Bisnis”

A.      Kasus etika bisnis populer yang dilakukan oleh organisasi terkenal.
1.        Enron – Praktik akuntansi dan manipulasi pasokan energi yang diajukan menurunkan perusahaan ini. Enron: Orang-orang Tercerdas di Ruang adalah film dokumenter yang sangat bagus yang menjelaskan skandal tersebut.
2.        Monsanto – Monsanto telah dikritik karena ukurannya yang mega. Kritikus khawatir bahwa mereka mengambil alih persediaan makanan dan juga menciptakan masalah lingkungan yang negatif. Simak Kode Etik Monsanto untuk Chief Executive dan Senior Financial Officers.
3.        Arthur Andersen – Arthur Andersen dikenal karena praktik audit yang tidak etis. Simak Kejatuhan Arthur Andersen untuk rincian lebih lengkap.
4.        WalMart – Studi telah menunjukkan bahwa WalMart dapat menghemat uang orang tapi mungkin juga berdampak negatif pada masyarakat. Harga rendah mereka mungkin juga merugikan pemasok.Perusahaan menerima kritik saat kepemimpinan mengumumkan bahwa mereka ingin mempekerjakan karyawan yang lebih sehat dan produktif. WalMart telah dituduh anti serikat pekerja dan telah bertahan dari skandal keringat dan diskriminasi. Lihat Pernyataan WalMart Mengenai Kode Etik .
5.        Seluruh negara – Perusahaan menawarkan pinjaman subprime yang kemudian mengakibatkan gagal bayar. Kritikus telah mengklaim bahwa karyawan Countrywide memberi tahu klien bahwa propertinya akan meningkat nilainya dan pinjaman mereka dapat dibiayai kembali saat nilai pasar meningkat. Nilai pasar menurun menyebabkan banyak kehilangan rumah mereka. Lihat Kode Etik di Seluruh Negara .
6.        Beechnut – Etika Beechnut dipertanyakan saat diketahui bahwa mereka menjual “jus apel” ke negara-negara asing yang mengandung sesuatu yang kurang dari jus apel. Untuk informasi lebih lanjut tentang skandal ini, lihatlah Sejarah Beechnut dan Apple Juice Scandal .
7.        Strategi Starbucks – Clustering dapat memaksa perusahaan kecil keluar dari bisnis. Ada begitu banyak Starbucks di sudut-sudut jalan sehingga film-film seperti Best In Show mengolok-olok bagaimana mungkin ada satu Starbucks tepat di seberang jalan dari yang lain. Lihat Kode Etik Starbucks untuk CEO dan Pemimpin Keuangan.
8.        Praktik Manufaktur termasuk memproduksi sepatu lepas pantai untuk menghemat uang. Nike telah menggunakan pangsa sweatshop di bidang manufaktur. Mereka mendapat kecaman atas pelanggaran hak asasi manusia.
B. Contoh Pelanggaran Etika Bisnis Internasional

1. Kasus Pelanggaran Etika Bisnis oleh Volkswagen

Volkswagen mungkin adalah kasus etika bisnis terbesar tahun ini. Hal ini dikarenakan dua hal utama: pertama, VW adalah perusahaan besar, megah, dan terhormat, bukan perusahaan kemarin sore. Kedua, perusahaan tersebut tidak hanya terlibat dalam semacam kasus kecil seperti menyembunyikan atau mengotak-atik margin, akan tetapi langsung berbohong kepada regulator dan pelanggan mengenai aspek kunci dari kinerja mobilnya.

Tidak heran orang begitu tertarik membahas kebohongan yang diceritakan perusahaan tersebut. Yang mana mereka mencoba untuk mengkambinghitamkan para teknisinya, dan mencoba meyakinkan bahwa perusahaan Volkswagen tidak terlibat dalam kasus tersebut.

2. Kasus FIFA

Kasus besar lain tahun ini melibatkan sebuah organisasi yang kebanyakan tidak akan menganggapnya sebagai bisnis dalam pengertian tradisional, yaitu FIFA (the Fédération Internationale de Football Association). Badan pengatur sepak bola di seluruh dunia. Pada bulan Mei, beberapa pemimpin organisasi ditangkap karena korupsi – tapi bukan presiden bombastisnya, Sepp Blatter. Bulan berikutnya, Blatter mengundurkan diri , dan baru-baru ini dilarang, selama 8 tahun, berpartisipasi dalam kegiatan sepak bola yang terkait, oleh komite etik FIFA.

3. Kasus Hukum Bisnis – Panama Papers

Dalam setahun yang didominasi oleh isu hacking, Panama Papers mungkin adalah nenek moyang mereka semua, setidaknya dalam hal ukuran sebenarnya dari informasi pribadi sebelumnya yang dipublikasikan. Sebanyak 11,5 juta dokumen, yang terdiri dari 1,5 terabyte data, dicuri dari firma hukum Panama Mossack Fonseca oleh hacker yang tidak dikenal dan bocor ke konsorsium wartawan internasional. Kebocoran tersebut membuka berbagai cara di mana elit global mampu menyembunyikan kekayaan dan pendapatan mereka dari otoritas pajak dan pihak-pihak lain yang berkepentingan.

Kebocoran tersebut membuat lebih banyak berita utama di luar negeri daripada di Panama Papers Amerika Serikat, misalnya, menyebabkan pengunduran diri Perdana Menteri Islandia Sigmundur Gunnlaugsson, setelah bocor tersebut mengungkapkan bahwa dia tidak mengungkapkan ketertarikannya pada perusahaan lepas pantai yang merupakan kreditur untuk bangkrutnya Bank Islandia.

Sumber : (https://muamalatku.com/contoh-pelanggaran-etika-bisnis/)

Tugas Rutin Model dan Faktor Pendukung Beretika Dalam Islam



 MODEL DAN FAKTOR PENDUKUNG

BERETIKA DALAM BISNIS

 

Nama                                      : Usi Anjani

NPM                                       : 17030004

Kelas/ Mata kuliah                : IV – A / Etika Bisnis

Dosen                                      : Hilmiatus Sahla, SE.I, ME.I

 


 

Tambahan materi kelompok 1

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Etika Manajerial

Berikut faktor-faktor yang mempengaruhi etika manajerial, yaitu :
1   1)      Manajer secara pribadi, pengaruh keluarga, nilai-nilai dan agama serta kebutuhan dan standar pribadi akan menentukan tindakan etis dari manajer pada situasi-situasi tertentu.
2    2)      Organisasi, mempengaruhi etika manajerial berdasarkan kebijaksanaan, aturan, perilaku atasan dan perilaku rekan sekerja yang dapat mendukung dan mendorong tumbuhnya budaya organisasi sehingga mempengaruhi perilaku etis manajer dan karyawan.
3    3)      Lingkungan luar, seperti peraturan pemerintah, norma dan nilai masyarakat serta keadaan industri atau pesaing mempengaruhi perilaku mereka dalam organisasi.